DIKJUT PANJAT ANGKATAN GEMURUH ANGIN

Bertempat di sisi selatan daerah yogyakarta, pelaksanaan dikjut angkatan 22 “Gemuruh Angin” memilih spot di pantai siung. Pemilihan pantai siung berdasarkan terdapat banyak spot pemanjatan yang bervariasi. Di klim mempunyai 250 jalur pemanjatan dapat di temukan di tebing siung ini. Berjarak kurang lebih 83 km dari kampus Ungu Amikom, membutuhkan waktu kurang lebih 2.5 jam untuk samapi di lokasi pantai siung.

Keberangkatan
Hari pertama sabtu, 9 April 2016.
Pemanjatan Artificial menggunakan tebing Block D, pemanjaan artificial menggunakan model 3 team, yaitu team pertama sebagai leader, team kedua sebagai belayer dan yang ke tiga sebagai cleaning. Leader disini berfungsi sebagai pembuat jalur pemanjatan, Belayer untuk mengamankan leader saat melakukan pemanjatan dan cleaning berfungsi sebagai membersihkan jalur pemanjatan seperti engkor tali, pengaman sisip, dll. Alat yang digunakan dalam pemanjatan artificial sebisa mungkin semua alat dibawa karena mengingat jalur pemanjatan medannya belum diketahui bisa juga dengan metode transfer alat dari team bawah. Teknis pelaksanaannya disini Leader mencari tempat untuk pembuatan top anchor meliputi pencarian lubang tembus, celah tebing atau pohon/akar pohon yang kuat. Kemudian pemasangan pengaman cowstail, Setelah dirasa aman kemudian memasang alat yang paling tepat untuk dibuat pengaman, setelah itu membuat rangkaian untuk top ancor. minimal 3 pengaman yang dapat mengamankan leader untuk membelay pemanjat yang dibawah. Dalam posisi ini leader beralih fungsi menjadi belayer karena pemanjat yang dibawah harus (ketika 2 orang) bila lebih maka pemanjat nomor dua dan seterusanya bisa menggunakan ascender untuk menuju leader atau pemanjat pertama, begitu sterusnya.

Untuk pemanjatan sport menggunakan tebing Block E yang lebih dikenal dengna jalur pacaran. Pemanjatan Sport lebih simple dengan pemanjatan ini biasa dilakukan pada tebing alam yang telah dibuat jalur sebelumnya, dimana pada tebing tersebut sudah terpasang pengaman berupa hanger ( besi berlubang yang ditancapkan pada dinding tebing dengan mur/baut ) jarak antar hanger biasanya antara 1-2 meter . hanger ini yang nantinya bisa digunakan pemanjat untuk beristirahat dan juga melanjutkan pemanjatan. Jenis tebing yang biasa digunakan dalam pemanjatan ini biasanya tidak terlalu tinggiatau tipe crag climbing dimana pemanjat dapat menyelesaikan seorang diri. Teknis pemanjatan sport yaitu :
1. pembuatan top anchor.
Dalam tebing alam biasanya bagian top akan dibuat pengaman ganda yang saling sejajar. Ini yang biasa digunakan untuk top ancor. Untuk membuatnya cukup dengan memasang 2 runner pada masing masing hanger untuk kemudian disatukan dengan tali kermantel yang kita gunakan untuk pemanjatan.

2. Persiapan Pemanjatan
membawa runner (dua carabiner yang disatukan dengan sling atau heroloop) sesuai dengan jumlah hanger yang ada pada dinding tebing. Dalam memasang runner dan tali kermanteltidak bergesekan dengan dinding tebing untuk mencegah terjadinya pengelupasan pada tali kermantel. Perlu diingiat sebelum melakukan pemanjatan, leader terlebih dahulu menginstruksikan belayer untuk siap dengan mengatakan “Beleyer On” kemudian untuk belayer harus menjawab “Beleyer On” atau “On” saja.

3. Persiapan belayer
Untuk belayer menggunakan figure of eight sebagai alat untuk membelay leader dengan teknik pull yang berarti tarik untuk meneganggkan tali karmantel dan slek untuk mengendurkan tali karmantel. Disini belayer dan leader harus saling berkomunikasi.
Hari kedua minggu, 10 April 2016.
Masih menggunakan Block D dan Block E materi sama seperti hari pertama artificial dan sport. Dalam pelaksanannya dihari kedua kali ini peserta panjat hari pertama menjadi mentor dan didampingi untuk team yang menyusul di hari kedua kali ini. Kegiatan panjat hari kedua ini selesai pukul 16.00 WIB. Dilanjut evaluasi kemudian perjalanan pulang pukul 18.00 WIB sampai 9 malam tiba di Sekertariat MAYAPALA.tebing2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *