PENGEMBARAAN GUNUNG SUMBING VIA BATUSARI

Batursari, 20 Agustus 2019

Batursari adalah desa yang berada di Kec.Kledung, Kab.Temanggung, Prov.Jawa tengah, Indonesia. Mata pencarian utama penduduk disana adalah sebagai petani, Saat musim hujan petani disana lebih memilih menanam sayur sedangkan saat kemarau datang petani disana memilih menanam tembakau atau biasa masyarakat bilang panen setahun sekali. Dan ketika musim tembakau tiba Desa Batursari menjadi salah satu sentral terbesar penghasil tembakau di Kab.Temanggung ujar Bapak Hadi sebagai salah satu petani disana.

Jenis tembakau yang banyak ditanam yaitu jenis Kopeng dikarenakan dapat menghasilkan 2 kali  lebih banyak dan lebih kecil resiko diserang penyakit, tetapi pada lokasi lain ada yang menam jenis tembakau Kemloko, untuk jenis ini termasuk tembakau kualitas unggulan yang memiliki farian dan kualitasnya dikelompokan masing masing dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandi tembakau kopeng tergantung kualitas/kelompok tersebut daun tembakau baru bisa di panen setelah 90-100 hari penanaman. Daun tembakau yang di panen kemudian mereka olah, dijemur hingga kering biasanya 1-2 hari dan yang berkualitas baik memiliki nilai jual tinggi biasanya akan di jual ke pengepul besar seperti pabrik rokok besar di Temanggung yaitu PT.Gudang Garam dan PT.Sampoerna ujar Mas Rudi salah satu petani disana.

            Adat dan Budaya

Menjunjung kebersamaan kekeluargaan Gotong royong  kumpul kumpul/serawung  saling bahu dan sapa masih sangat erat disana hal ini dibuktikan masyarakat saat sedang melakukan suatu pekerjaan, beraktivitas sehari hari dan sudah menjadi kebiasaan disana. Disetiap Awal suro, musim panen untuk menyambut dan memeriahkan hasil bumi atas limapahan rezeki yang telah Allah berikan masyarakat sendiri biasanya mengadakan Pewayangan(Wayang kulit)sebagai bentuk rasa syukur rezeki yang melimpah ujar Mas Rudi. Meski Desa Batursari terletak tak jauh dari desa Garung(Pendakian jalur Garung termasuk salah satu jalur pendakian favorit gunung Sumbing) ternyata kebudayaan antar desa tersebut ternyata berbeda, jika di Batursari Pewayangan kalo di Desa Garung Jatilan.

            Kepercayaan

Ditengah perjalanan pendakian Dari Pos 1 menuju Pos 2 akan melewati yang namanya kawasan Hutan Sukma yang merupakan kawasan yang disakralkan olah warga sekitar dan warga sekitar memberi hibauan agar tidak berlama lama istirahat disana, ada pula pantangan yaitu dirang mengeluh dan berbicara kotor  apalagi saat melewati lokasi hutan sukma yang dipercaya apapun dapat terjadi disana, yang memang secara logika kawasan tersebut pepohonan masih sangat lebat. Ketika saya bertaya ke salah satu masyarakat ia menjawab hal tersebut telah terjadi lama dan menjadi kepercayaan masyarakat sekitar.

Tentang BaseCamp Azora(Alam Zona Batursari)

bc pendakian
bc pendakian

Basecamp Azora terletak di Des.Batursari,Kec.Kledung, Kab.Temanggung, Prov.Jawa Tengah, Indonesia. Lokasinya tidak begitu jauh dari jalan utama Temanggung – Wonosobo kurang lebih 800m. Azora adalah kepanjangan dari Alam Zona Batursari.Untuk mengetahui informasi tentang Basecamp dan jalur pendakiannya, saya bertanya langsung kepada salah satu penjaga Basecamp tersebut, beliau bertutur bahwa Basecamp Azora sendiri baru dibuka untuk umum sekitaran Mei tahun 2019, gagasan pembuatan basecamp pendakian tersebut sudah ada lama semenjak tahun sebelumnya saat gunung sumbing mengalami kebakaran dan banyak tim sar juga relawan membantu memadamkan api lewat jalur tersebut. Beliau juga bertutur bahwa jalur pendakian ini sudah ada sejak lama tetapi tahun – tahun sebelumnya belum dibuka untuk umum dan hanya dilewati oleh warga sekitar untuk berkebun mencari rumput. Dan baru tahun ini rencana tersebut terealisasi dan diwujudkan oleh muda mudi setempat. Sebelum ada Basecamp ini banya para pemburu yang mencari burung lewat jalur tersebut( Lereng gunung sumbing terkenal akan burung burung bagus yang susah dicari dan langka seperti rajawali elang dll masih hidup disini) dan setelah Basecamp jadi perlahan para pemburu mulai hilang, itu menjadi salah satu tujuan kami mendirikan basecamp ini selain mengenalkan jalur dan desa ini juga menjaga kelestarian alam dan satwa yang ada tutur penjaga Basecamp. Dari jalur pendakian gunung sumbing via Batursari sendiri setelah masuk Pos 1 memiliki trek lurus keatas yang memang agak berat, dari dulunya sudah begitu dibikin seperti itu agar mengurangi pembukaan dan mencegah kerusakan alam akibat nantinya sering dilalui ujar penjaga Basecamp. Beliau juga berkata bahwa disini masih ada babi hutan, kera, musang, elang, rajawali, dan hewan langka lain.

  • Zoologi & Botani

Basecamp – Pos 1

Dimulai dari Basecamp, kawasan disekitaran Basecamp adalah kawasan pemukiman penduduk kemudian kami melewati perkebunan masyarakat sekitar jenis tanaman yang dijumpai adalah Kopi, pisang, pinus, cemara, dan tembakau(Musim tembakau) kemudian memasuki kawasan Pintu Rimba, kawasan tersebut kanan kiri banyak tumbuh Terong belanda dan mulai ada tumbuhan rasamala, memasuki kawasan pos 1 pohon pinus mulai ada banyak dan berkelompok.

 

Pintu Rimba

pintu rimba
pintu rimba

Terong Belanda

Buah terong belanda bisa dimakan dan dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman dan baik untuk tubuh,  uahnya yang telah masak berwarna kemerah merahan, ciri buahnya dalah berbentuk seperti pepaya namun lebih kecil,biasanya cika telah masak buah terog belanda akan jatuh dengan sendirinya.

p

Rasamala

AltingiaExcelsa Noronha adalahpohonhutan yang dapattumbuhsangattinggi, mencapai 40 hingga 60 meter. Pohoninibernilaiekonomikarenakayunya yang kuatdanmenghasilkandamar yang berbauharumdanmenjadibahancampuranpengharumruangan.

Daun yang masihmudaberwarnamerahdandapat di sayur, dilalap, ataumenjadiobatbatuk.

Pohon rasamala adalah pohon yang memiliki berbagai manfaat, Daun rasamala yang masih muda berwarna merah bisa dimakan dijadikan sayur dilalap dan dapat menjadi obat batuk, jika daun yang merah tersebut dimakan secara langsung akan terasa asam.

 

rasamala

 

raamala1

 

Pinus

Pos 1 – Pos 2

Perjalan dari Pos 1 sampai Pos 2 melewati hutan sukma yang tergolong lebat ditengah perjalanan akan melewati 3 mata air yang ke 2 & 3 lah yang terdapat air melimpah dan bisa dikonsumsi sedangkan yang ke 1 saluran airnya bermasalah, lokasi pos 1 mulai dikelilingi banyak pohon pinus berjalan sampai pos 2 kurang lebih akan menemui tanaman Bayam hutan, rasamala, balseman, arbei, tapal kuda, tanaman paku, stobery hutan, dll untuk hewan waktu memasuki kawasan pos 1 mulai banyak jenis jenis burung bagus yang terlihat seperti diku cendet kutilang dll yang lain adalah jenis serangga seperti lebah belalang.

Bayam hutan

Bayam hutan banyak dijumpai di pos 1 keatas mereka tumbuh bergerombol hampir seperti rumput, bayam hutan adalah tanaman yang dapat dimakan tapi harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa asli yang pahit, cara pengolahannya yaitu dengan direbus 3 kali atau digoreng dengan tepung.

Balseman

Balseman berbentuk seperti rumput tetapi memiliki bunga putih disepanjang tangkai atasnya jika tidak jeli akan salah mengira, ciri khas balseman adalah akarnya yang berbau mint seperti balsem, tanaman ini bisa diolah dengan cara merebus akarnya, balseman bisa dijadikan minuman penghangat tubuh atau dicampurkan dengan teh & kopi atau minuman lain.

 

 

Tapal Kuda

Tapal kuda tumbuh bersama rumput, biasanya juga ada disekitaran air, tanaman ini memiliki banyak manfaat selain bisa dimakan bisa juga untuk obat reumatik, disentri, kanker, dan nyeri haid, cara pengolahannya dengan cara direbus atau ditumbuk.

Stobery Hutan/Beberetan

Stobery hutan memiliki bentuk hampir mirip seperti stobery pada umumnya, perbedaan lebih terletak pada tekstur, stobery hutan yang masak berwarna merah buah ini bisa dimakan dan memiliki rasa yang manis jika masak. Biasanya tumbuh didaerah semak/rerimbunan.

strow

Arbei

Arbei adalah tanaman sejenis berri berrian, buah arbei bisa dimakan yang masak berwarna ungu kehitam hitaman, jika masak memiliki rasa manis asam

Belalang sembah

Pos 2 – Pos 3

Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 akan melewati pos anti badai mulai dari pos anti badai masih banyak bekas sisa kebakaran tahun lalu di sumbing, banyak pohon kering dan dari pos anti badai keatas vegetasi tumbuhan besar mulai berkurang dan lepas vegetasi, tumbuhan yang di jumpai kurang lebih ada bayam hutan, paku(pakis), petai cina, buah tinta, edelweis, dll, hewan yang terlihat adalah kebanyakan jenis burung antara lain jalak elang kutilang diku but but perkutut cendet dll, dan juga terlihat musang yang sering ber lalu lalang di pepohonan.

 

Bayam Hutan

Paku pakuan (Pakis)

Pakis merupakan jenis tanaman paku pakuan, pakis bisa dimakan dengan cara diolah terlebih dahulu dengan dimasak, bagian pakis yang biasa dimasak adalah bagian pucukya/ yang masih muda, meski terbilang sepele pakis juga memiliki manfaat dalam kesehatan.

 

Petai Cina/Lamtoro

dapat di makan dan diolah menjadi lalapan.

Petai cina/lamtoro sendiri memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan tubuh antara lain mengatasi disentri, menurunkan kadar gula dalam darah, menyehatkan kulit, mencegah kanker dan diabetes

 

Buah Tinta/Bayam belanda

Buah tinta memiliki ciri buah berbentuk sate dan penuh warna seperti tinta, tanaman ini dapat diolah yaitu pada bagian daun namu jika berlebihan dapat menyebabkan keracunan, perlu diketahui bahwa hampir seluruh bagian tumbuhan ini memiliki racun.

 

Edelweis

Anaphalis Javanica, atau yang sering di kenal sebagai Edelweis Jawa, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang di jagkau oleh akar – akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga – bunganya, yang biasanya muncul antara bulan April dan Agustus, sangat disukai oleh serangga.

edelweis

Pos 3 – Pos 4

Lokasi di pos 3 padang lapang dan sudah lepas vegetasi, tumbuhan yang ada kurang lebih adalah pakis,Arbei, petai cina, dan rerumputan. Perjalanan dari pos 3 – Pos 4 memiliki ciri vegetasi yang sama yaitu padang lapang dang sedikit pepohonan.

 Arbei

Arbei Hutan merupakan tanaman yang biasa tumbuh pada ketinggian 1000 – 1500 mdpl. Buahnya berwarna merah menggoda seperti stroberi, namun memiliki ukuran lebih kecil.

Meski memiliki rasa masam, arbei hutan kerap menjadi cemilan para pendaki yang tahun tanaman itu aman dikonsumsi. Selain untuk sekedar menikmati kesegaran buah di alam. Kadang juga dikonsumsi untuk mengganjal perut ketika persediaan logistik kian menipis.

Di balik warnannya yang menggoda, buah arbei ternyata bisa digunakan untuk mengobati sariawan. Dengan cara memakan 10 gram  arbei segar secara langsung

Sedangkan daun arbei bisa dimanfaatkan sebagai obat diare. Kemudian akar arbei bisa digunakan sebagai obat wasir atau ambeyen.

Selain itu, tanaman tersebut juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri dan mengandung vitamin c.

 

Pakis

Diplazium Esculentum atau lebih sering di kenal sebagai Pakis memiliki banyak sekali manfaat yaitu :

  • dapat di tumis, goreng, di kukus, atau di campur dengan sayuran lainnya
  • dapat menyembuhkan sakit kepala, sakit gigi, kram dan kesleo

 

Pos 4 – Puncak

Lokasi Pos 4 tak jauh berbeda dengan pos 3 jenis tanaman yang ada pun tak jauh berbeda, cuman lebih luas pos 3 untul lebar tempatnya. Perjalanan dari pos 4 – puncak tanaman yang tumbuh tak jauh berbeda pakis, arbei, edelweis, cantigi dll.

 

Cantigi

cantingi]

Cantigi ungu (Vaccinium varingifolium) Tumbuhan ini memiliki bunga dan buah yang dapat dijumpai sepanjang tahun Daunbuah, dan batangnya digunakan oleh masyarakat yang tinggal sekitar tempat hidupnya. Daun tumbuhan ini dapat dimakan sebagai lalapan. Buah cantigi ungu yang berwarna kehitaman memiliki rasa manis dan juga dimakan. Batang cantigi ungu biasa digunakan untuk dibuat arang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *